Man About Town

Hari Sabtu kemaren gw berencana ke rumah kakak di Cilegon, bantuin kakak gw yang mau pindahan rumah, sekalian liat ponakan yg lutju-lutju..(hmm jadi kangen..).Â? Suddenly, pagi-pagi gw ditelp bos katanya ada problem di calon klien dan gw harus ke sana..set dah, padahal mata masih berat gitu soalnya gw begadang dan baru tidur jam 4an pagi, sengaja, soalnya besoknya rencana pengen bangun siangg, trus langsung ke rumah kakak gw di cilegon. Kerjaanya jg katanya cuman ampe jam 2 siang doank, “ah… masih sempet kekejar kalo ke cilegon”, pikir gw. tapi ternyata selesai sekitar jam 11 malem..(as ussually..)Apa mau dikata, rencana tinggal rencana..ga udah disesali dah terjadi ini..(itulah gw..’nriman’)
So, what the connection with the tittle??still curious huh??:PÂ? Begini ceritanya..(jadi inget kismis), di calon client tersebut diadakan benchmark hardware, nah..karena benchmarknya lama dan daripada bete nungguin gw ama temen gw nonton di deket-deket situ aja, tepatnya di sebrang jalan, di Planet Hollywood..(jadi tau donk calon client-nya..??:p).Â? Nah film yang kita tonton tuh judulnya Man About Town, aktornya Ben Afflect.Â? Sialnya..kirain film action (Ben Afflect gt lohh..), ternyata film drama..yasud lah, dah terlanjur ini dan gw gak anti film drama, malah kadang suka nonton film drama..sebagian koleksi film gw jg drama :p. Nah, film itu nyritain kalo dulunya Ben itu seorang yg penuh semangat, penuh percaya diri di awal-awal kerja, bisa menyikapi segala sesuatu..malah mati-matian mempertahankan perusahaan yg mau direbut kembali owner yg dulu sempet mencampakkan perusahaan tersebut,perusahaannya perusahaan agensi film, sampai di pengadilan.Â? Singkat kata, Ben menang! dan dia jadi pemimpin perusahaan..segalanya jadi indah, perusahaan tambah besar, Ben semakin kaya, menikahi seorang supermodel, semuanya jadi mudah..tapi, malah Ben tidak bisa menyikapinya. Ben semakin sibuk dan sibuk hingga tidak tau siapa sebenarnya dirinya?senyum hanya sekedar senyum, formalitas semata..Ben seperti kehilangan jiwa. Dulu Ben seorang yg penuh percaya diri, pemberani, sekarang jadi penakut..gak ada nyali..sampai harus ikut kelas (kursus) mengenali dirinya sendiri..disitu ada kelucuan sedikit, Ben disuruh menulis diary.. Puncak ‘ketidakbisaan menyikapinya’ alias ‘kehilangan jiwa’ adalah ketika dia tau bahwa istrinya selingkuh dengan salah satu kliennya dia tidak tau harus bagaimana.Â? Istrinya sudah mengakui perbuatanya dan di minta maaf dan mohon supaya diterima kembali, tapi Ben tidak tau harus bagaimana,dia tidak bisa menerima istrinya kembali.
Singkat kata..(gw juga udah capek ngetiknya), Ben tersadar bahwa kesibukannyalah yg menyebabkan dia lupa siapa dirinya. Ben lupa memperhatikan istrinya, orang lain, bahkan..dirinya..
Tapi rupanya si pembuat film tau keinginan penonton, akhir film yang bagus adalah film yang happy ending..
Curious what is the end of the story of Ben??okey, I will tell you..Akhirnya, setelah Ben tersadar dari semuanya dia meninggalkan pekerjaannya,dan dia bisa memaafkan istrinya, dan Ben menemukan dirinya Ben yang mempunyai nyali..(is that right the way i make conclution?)
Point the story for me.. memang beda jauh lah kehidupan gw ama Ben di film itu, gw ngga kaya, gw bukan pimpinan perusahaan, gw ga punya istri cantik (gak perlu ditambah cantik nopp..istri aja loe kaga punya!),whatever u said lah, yg pasti gw gak sesukses Ben lahh…But,tapi,ada sedikit kesamaanya..gw juga sibuk men (bukankah itu inti cerita yg pengen disampekan si pembuat film??) dan gw kadang ngerasa bingung sama diri sendiri, who am i know??(ceilee,,), tapi beneran gw kadang ngerasa gak bisa ngapa-ngapain lagi, mau begini dah gak bisa mau begitu gak bisa..tapi bagi gw itu sih namanya konsekuensi,no pain no gain! But what i’ve gained?? and the big question is “what should I do next??”

Sinopsis bisa diliat di 21 cineplex

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like these